Gerung, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lombok Barat telah mengukuhkan 55 relawan demokrasi untuk bersama-sama terjun ke masyarakat untuk menyosialisasikan Pemilu 2019. Mereka juga telah menerima Surat Keputusan KPU Kabupaten Lombok Barat sebagai relawan, sekaligus siap mematuhi kode etik dengan menjaga independensi, imparsial, nonpartisan, serta berkomitmen  membantu upaya meningkatkan partisipasi dan kualitas demokrasi dan pemilu 2019.

Pengukuhan dan pembekalan dilaksanakan di Aula KPU Kabupaten Lombok Barat, Jum’at (18/1). Ketua KPU Kaupaten Lombok Barat, Suhaimi Syamsuri selaku Ketua KPU Kabupaten Lombok Barat  bersama empat komisioner KPU lainnya, yaitu H.M. Amrullah, Suryadi Hidayat, Marlan, dan Mashur, hadir dan memberikan materi pembekalan dalam acara itu.

Dalam kesempatan itu yang bersangkutan menyampaikan pentingnya demokrasi, pemilu dan partisipasi masyarakat. Pemilu, kata dia merupakan sarana kedaulatan rakyat untuk memilih para pemimpin. “KPU ini sekadar penyelenggara. pesta demokrasi ini adalah milik rakyat, juga para peserta pemilu. Rakyat dan para peserta pemilu memiliki peran besar dalam suksesnya proses demokrasi ini,” kata dia.

Para relawan itu diseleksi dari berbagai kelompok atau basis masyarakat, yakni basis keluarga, basis pemilih pemula, basis pemilih muda, basis pemilih perempuan, basis pemilih penyandang disabilitas, basis pemilih berkebutuhan khusus, basis pemilih marginal, basis komunitas, basis keagamaan, dan basis warganet.

Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Lombok Barat Marlan, yang menyampaikan materi Pemilu dan Disinformasi, menekankan pola komunikasi relawan demokrasi ke masyarakat melalui media sosial. Dia mengingatkan agar relawan tidak terjebak pada informasi hoaks yang beredar di media sosial. Sebaliknya, ia mendorong mereka bisa secara produktif memanfaatkan media sosial untuk sarana edukasi politik untuk warga. “Penting untuk relawan bisa menghadirkan konten-konten yang positif dalam konteks pemilu di tengah banjir informasi yang kurang sehat. Konten positif terkait pemilu harus terus diproduksi untuk memberikan diskursus dan informasi-informasi yang bisa membantu pemilih,” kata dia. (Hupmas KPU Lobar)