Gerung, kpu-lombokbaratkab.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Barat mulai mengumumkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat, 24 Maret-2 April 2018. Selama 10 hari tahapan masyarakat bisa memberikan masukan tanggapan atas DPS yang telah ditetapkan.

 

Pengumuman DPS sendiri ditempel di kantor desa atau kelurahan se-Kabupaten Lombok Barat. Selain itu penempelan DPS juga di tempat-tempat strategis yang memudahkan masyarakat untuk mencermatinya.

 

Ketua KPU Lombok Barat yang menangani Divisi Perencanaan dan Data Suhaimi Syamuri mengatakan, selama masa pengumuman dan tanggapan DPS ini, masyarakat, panwas, tim kampanye dan pihak-pihak lain juga dapat memberi masukan. Untuk masyarakat yang merasa namanya belum terdata dapat melaporkannya ke PPS setempat. “Sebaliknya jika ada pemilih yang ada dalam DPS tetapi sudah tidak memenuhi syarat (TMS), lapor, PPS akan mencoret dari daftar pemilih,” ujarnya.

 

Suhaimi melanjutkan, kategori pemilih yang dicoret namanya karena TMS bisa disebabkan karena meninggal dunia, ganda, pindah domisili, berubah status atau lainnya. Dan selama masa pengumuman nama-nama yang masuk kategori tersebut bisa dihilangkan. “Masyarakat juga bisa mengoreksi jika ada ketidaksesuaian identitas daftar pemilih yang ada di DPS. Masukan masyarakat akan ditindaklanjuti oleh PPS untuk memperbaikinya,” lanjutnya.

Baca Juga :Rekap DPS KPU Lobar

Suhaimi memastikan, KPU Lombok Barat telah menyerahkan by name by address DPS sebagai bahan pencermatan. Khusus kepada panwas, KPU  meminta agar ikut mencermati dan tidak segan memberikan masukan atau rekomendasi secara tertulis hingga 2 April 2018. “Masukan Panwas ini penting karena bagaimanapun peran Panwas turut menentukan kualitas data pemilih kita,” ujarnya.(hupmas kpu lobar).